Tebar Jumat Berkah Rohis Syafiiyah 02: Santunan Yatim & Pengajian Remaja

Membangun karakter religius di kalangan generasi muda memerlukan pendekatan yang menyentuh sisi spiritual sekaligus sosial secara bersamaan. Melalui program Tebar Jumat Berkah, organisasi Rohis Syafiiyah 02 berupaya menanamkan nilai-nilai kepedulian di lingkungan sekolah melalui aksi nyata yang dilakukan secara konsisten setiap akhir pekan. Kegiatan ini tidak hanya sekadar berbagi materi, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar siswa serta mengasah kepekaan mereka terhadap kondisi masyarakat di sekitar sekolah. Dengan dukungan dari para guru dan orang tua, gerakan ini diharapkan mampu mencetak pribadi yang berakhlak mulia di tahun 2026.

Persiapan setiap hari Jumat dimulai sejak pagi hari, di mana para pengurus organisasi mengumpulkan donasi sukarela dari seluruh warga sekolah. Dana yang terkumpul kemudian dikelola secara transparan untuk menyediakan berbagai kebutuhan yang akan dibagikan. Fokus utama dari gerakan ini adalah memberikan manfaat langsung bagi mereka yang membutuhkan, sehingga para siswa belajar tentang manajemen keuangan sosial sejak dini. Selain itu, keterlibatan aktif siswa dalam menyusun paket bantuan juga melatih kemampuan manajerial dan kerjasama tim dalam sebuah kepanitiaan yang memiliki tujuan mulia.

Kegiatan inti dari program ini adalah pelaksanaan Santunan Yatim yang melibatkan anak-anak dari panti asuhan di sekitar wilayah sekolah. Proses pemberian santunan dilakukan dengan penuh khidmat dan rasa kekeluargaan, di mana para siswa berinteraksi langsung dengan para penerima manfaat. Interaksi sosial ini sangat penting agar siswa tidak hanya melihat kemiskinan sebagai angka statistik, tetapi sebagai realitas sosial yang membutuhkan uluran tangan nyata. Melalui momen ini, diharapkan muncul rasa syukur yang mendalam dalam diri setiap pelajar atas segala nikmat yang telah mereka terima selama ini.

Selain aspek berbagi secara materi, penguatan sisi spiritual juga menjadi pilar utama dalam kegiatan mingguan ini. Setelah sesi berbagi selesai, agenda dilanjutkan dengan diskusi keagamaan yang membahas isu-isu kontemporer yang relevan dengan dunia remaja. Materi yang disampaikan dikemas secara ringan namun tetap mendalam agar peserta didik dapat mengambil hikmah dari setiap ajaran agama yang dipelajari. Hal ini bertujuan untuk membentengi moral remaja dari pengaruh negatif di era digital yang semakin kompleks, sehingga mereka tetap memiliki pegangan nilai yang kuat dalam bertindak.