Mushola Bersih, Ibadah Nyaman: Gerakan As-Syafiiyah 02
Aspek utama yang ditekankan dalam program ini adalah bagaimana menjaga agar kondisi mushola bersih setiap saat, bukan hanya saat ada penilaian atau acara besar. Kebersihan ini mencakup manajemen sanitasi yang ketat, mulai dari area tempat wudhu yang bebas lumut hingga kesucian karpet dari debu dan aroma yang tidak sedap. Siswa dilibatkan secara aktif melalui jadwal piket yang disusun secara kreatif, sehingga mereka merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga tempat ibadah mereka sendiri. Pendidikan ini mengajarkan bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari iman yang harus dipraktikkan secara nyata.
Dampak yang paling dirasakan dari gerakan ini adalah terciptanya suasana ibadah nyaman bagi siapa saja yang masuk ke dalamnya. Ruangan yang wangi, sirkulasi udara yang baik, dan penataan perlengkapan shalat yang rapi membuat para siswa dan guru dapat melaksanakan shalat dengan lebih khusyuk. Tidak ada lagi gangguan bau apek atau lantai yang lengket yang seringkali merusak konsentrasi saat berdoa. Kenyamanan ini secara tidak langsung meningkatkan intensitas siswa untuk berkunjung ke mushola, baik untuk shalat fardhu berjamaah maupun sekadar membaca Al-Qur’an di sela waktu istirahat.
Keberhasilan gerakan ini tidak lepas dari sinergi antara pihak manajemen sekolah, guru, dan para siswa. Mereka menerapkan standar operasional prosedur yang sederhana namun efektif, seperti larangan membawa alas kaki melampaui batas suci dan sistem penyimpanan mukena serta sarung yang terorganisir. Selain itu, penggunaan pengharum ruangan berbahan alami juga ditambahkan untuk menambah estetika sensorik di dalam mushola. Dengan lingkungan yang tertata, mushola kini menjadi oase di tengah padatnya aktivitas belajar mengajar yang melelahkan.
Lebih jauh lagi, program di sekolah ini menjadi contoh bagi lingkungan sekitar tentang bagaimana mengelola fasilitas publik dengan hati. Para siswa diajarkan bahwa kebersihan adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan mental dan spiritual. Mereka belajar menghargai fasilitas yang diberikan dan memahami bahwa kemewahan sebuah bangunan tidak ditentukan oleh mahalnya material, melainkan dari seberapa baik bangunan tersebut dirawat. Inisiatif ini membuktikan bahwa dengan disiplin yang konsisten, sebuah mushola sederhana dapat memberikan kedamaian yang setara dengan masjid-masjid besar di kota.
