Sesi Pembiasaan Membaca Asmaul Husna Dan Tadarus Bersama Sebelum Materi MPLS
Penerapan nilai-nilai spiritual dalam rangkaian kegiatan penyambutan murid baru merupakan ciri khas pendidikan karakter berbasis keislaman di sekolah. Pelaksanaan pembiasaan membaca asmaul husna secara bersama-sama di aula sekolah dapat menciptakan suasana belajar yang tenang dan penuh keberkahan sebelum materi penyampaian dimulakan. Di samping itu, penyampaian materi mengenai adab menuntut ilmu penghormatan kepada pendidik juga diberikan agar para siswa memahami pentingnya santun dan etika dalam menuntut ilmu di lingkungan sekolah.
Rutinitas pembiasaan membaca asmaul husna serta tadarus Al-Qur’an secara bergiliran bertujuan untuk menguatkan fondasi iman dan kebiasaan beribadah harian para siswa baru. Lantunan ayat-ayat suci yang dibaca secara khusyuk dapat menenangkan fikiran serta menyiapkan mental anak didik sebelum menerima berbagai informasi baru dari para guru. Pembiasaan baik ini akan terus dijalankan secara konsisten setiap pagi sebelum jam pelajaran pertama dimulai sepanjang tahun ajaran.
Para guru pendamping turut membimbing kelancaran bacaan serta tajwid para murid agar kualitas bacaan Al-Qur’an mereka semakin meningkat. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mendeteksi kemampuan membaca Al-Qur’an siswa baru sehingga sekolah dapat memberikan program pembimbingan khusus bagi yang membutuhkan. Lingkungan sekolah yang religius akan membentengi anak-anak dari pengaruh negatif pergaulan di luar sekolah.
Kutipan makna dari nama-nama indah Allah juga dijelaskan secara singkat oleh ustaz pembimbing agar siswa dapat meneladani sifat-sifat kebaikan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman akhlak terpuji seperti kasih sayang, kejujuran, dan kedisiplinan menjadi fokus utama dalam pembentukan karakter anak di sekolah. Sesi ini mempererat tali silaturahmi antar siswa baru yang berasal dari berbagai sekolah dasar asal.
Kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan orang tua murid sangat diperlukan agar pembiasaan ibadah di sekolah dapat berlanjut di rumah. Dukungan dari lingkungan keluarga akan memperkuat pembentukan kebiasaan positif pada anak secara permanen.
Secara keseluruhan, pembiasaan kegiatan keagamaan di awal MPLS berhasil membangun atmosfer sekolah yang adem dan penuh kebaikan. Karakter spiritual yang kokoh akan menjadi landasan utama bagi suksesnya prestasi akademik dan non-akademik para siswa.
