Adab menuntut ilmu penghormatan kepada pendidik merupakan pilar utama dalam pembentukan karakter peserta didik di sekolah Islam. Menyampaikan materi adab menuntut ilmu penghormatan kepada guru dalam agenda Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bertujuan untuk menanamkan nilai akhlakul karimah serta membentuk sikap tawadu murid dalam menimba ilmu. Pemahaman akan pentingnya adab sebelum menuntut ilmu menjadi fondasi agar keberkahan dan kemudahan dalam menyerap pelajaran dapat terwujud.
Sesi adab menuntut ilmu penghormatan diawali dengan pemaparan pandangan keislaman mengenai kedudukan mulia seorang guru dan penuntut ilmu. Guru pembina menjelaskan bentuk-bentuk penghormatan praktis yang harus diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, seperti menyapa dengan senyum dan salam saat bertemu, mendengarkan dengan khidmat ketika guru menjelaskan di depan kelas, serta menggunakan bahasa yang santun saat berbicara atau bertanya.
Siswa baru juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kerapian berpakaian, menjaga kebersihan ruang belajar, serta meminta izin dengan sopan saat hendak keluar kelas. Pengenalan adab ini diperkuat melalui contoh keteladanan yang ditunjukkan oleh para senior dan jajaran pendidik di sekolah, sehingga siswa baru memiliki gambaran nyata tentang iklim budaya sekolah yang santun dan berakhlaq mulia.
Metode penyampaian materi dikemas secara menarik melalui pemutaran film pendek inspiratif, diskusi kelompok, dan simulasi aturan perilaku di dalam kelas. Penekanan diberikan bahwa keberhasilan belajar tidak hanya diukur dari nilai akademis yang tinggi pada lembar ujian, melainkan juga dari perubahan sikap dan tutur kata yang mencerminkan ketakwaan serta rasa hormat kepada orang tua dan guru.
Untuk melengkapi penanaman nilai-nilai ibadah praktis bagi murid baru selama masa orientasi, simak ulasan mengenai pelatihan dasar tata cara wudu dan tata cara azan yang benar. Pembekalan adab yang kuat dan pemahaman ibadah yang tepat akan mencetak generasi siswa yang cerdas berakhlak mulia.
