Kultum Ramadan: SMP Syafiiyah 02 Latih Public Speaking

Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan nuansa yang berbeda di lingkungan sekolah, termasuk di SMP Syafiiyah 02. Salah satu kegiatan yang menjadi tradisi unggulan adalah pengadaan ceramah singkat atau kultum. Namun, bagi sekolah ini, kegiatan tersebut bukan sekadar pengisian waktu menjelang berbuka atau setelah salat berjamaah, melainkan sebuah sarana strategis untuk mengasah kemampuan komunikasi siswa. Melalui program Kultum Ramadan, para siswa ditantang untuk tampil di depan umum dan menyampaikan pesan-pesan kebaikan secara sistematis.

Melatih kepercayaan diri sejak dini merupakan misi utama dari kegiatan ini. Banyak siswa yang memiliki pemahaman agama yang baik, namun seringkali merasa gugup saat harus menyampaikannya di hadapan orang banyak. Di sinilah peran sekolah dalam memberikan panggung yang aman dan suportif. Dengan persiapan yang matang, mulai dari penyusunan naskah hingga latihan intonasi, siswa belajar bahwa public speaking bukan hanya tentang bakat alami, melainkan keterampilan yang bisa dipelajari dan dilatih secara konsisten.

Proses pelatihan di SMP Syafiiyah 02 dilakukan secara bertahap. Sebelum tampil, para siswa dibimbing oleh guru agama dan guru bahasa untuk menentukan tema yang relevan dengan kehidupan remaja saat ini. Hal ini bertujuan agar materi yang disampaikan tidak terasa membosankan dan lebih mudah diterima oleh rekan-rekan sebaya mereka. Mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan gaya penyampaian yang modern menjadi kunci agar audiens tetap antusias mendengarkan setiap poin yang disampaikan oleh sang orator muda.

Selain aspek lisan, siswa juga diajarkan mengenai pentingnya bahasa tubuh dan kontak mata. Dalam dunia komunikasi, cara kita berdiri dan menatap audiens memberikan pengaruh besar terhadap efektivitas pesan yang disampaikan. Selama bulan Ramadan ini, setiap siswa diberikan kesempatan yang sama untuk bergiliran memberikan tausiyah. Dengan adanya jadwal rutin, atmosfer kompetisi yang sehat mulai terbentuk, di mana setiap siswa berusaha memberikan penampilan terbaik mereka sekaligus saling memberikan masukan yang membangun.

Dampak positif dari kegiatan ini mulai terlihat pada perkembangan kepribadian siswa. Mereka yang awalnya pemalu kini mulai berani mengangkat tangan untuk bertanya di kelas atau memimpin diskusi kelompok. Keterampilan bicara di depan publik ini merupakan aset berharga yang akan mereka bawa hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan dunia kerja nantinya. SMP Syafiiyah 02 berhasil membuktikan bahwa kegiatan keagamaan dapat berjalan selaras dengan pengembangan soft skill yang sangat dibutuhkan di era globalisasi ini.